Malang — Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten melahirkan santri berprestasi, baik di bidang tahfidz Al-Qur’an maupun keilmuan kitab kuning. Sejak kemenangan Aida pada tahun 2018 dalam ajang Hafiz Indonesia di RCTI, pesantren ini menunjukkan kesinambungan prestasi hingga generasi santri berikutnya.
Nama Aida, santri asal Gondanglegi Malang, menjadi tonggak penting sejarah prestasi Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ganjaran ketika berhasil meraih Juara Hafiz Indonesia 2018. Ajang tersebut merupakan kompetisi tahfidz Al-Qur’an anak-anak berskala nasional yang dibina oleh para ulama dan tokoh nasional, termasuk almarhum Syekh Ali Jaber. Prestasi Aida tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarganya, tetapi juga mengangkat nama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ganjaran di tingkat nasional.
Sejak capaian tersebut, tradisi keunggulan pesantren terus dirawat melalui pembinaan intensif, disiplin sanad keilmuan, serta keteladanan para asatidz dan pengasuh. Santri-santri Miftahul Ulum tidak hanya dibimbing untuk unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dalam adab, ketekunan, serta pengamalan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi itu kini berlanjut pada generasi berikutnya melalui Anjani Dini Nabila, santri asal Ganjaran, Gondanglegi, Malang. Anjani merupakan putri dari H. Zuhdi dan Hj. Magfiroh, yang tumbuh dalam lingkungan keluarga dan pesantren dengan tradisi keilmuan keagamaan yang kuat. Pada tahun 2026, Anjani berhasil meraih Juara 2 Lomba Qirā’atul Kutub Putri dalam ajang GEN-ZINU Festival 2026.
GEN-ZINU Festival 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam rangka Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama. Kompetisi ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda Nahdliyyin untuk menunjukkan penguasaan tradisi pesantren, khususnya dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning sesuai kaidah ilmu alat. Prestasi Anjani menegaskan kekuatan Miftahul Ulum Ganjaran tidak hanya pada tahfidz Al-Qur’an, tetapi juga pada penguasaan khazanah keilmuan turats.
Keberhasilan Anjani Dini Nabila semakin menegaskan bahwa prestasi Aida pada tahun 2018 bukanlah capaian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan pesantren yang berkelanjutan. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ganjaran terbukti mampu menjaga kesinambungan kualitas pembinaan, dari satu generasi ke generasi berikutnya, dalam semangat keilmuan, akhlak, dan khidmah kepada Nahdlatul Ulama.
Pimpinan dan keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ganjaran berharap, deretan prestasi para santri ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi Qur’ani dan ilmuwan muda yang unggul, berakhlak, serta berdaya saing di tingkat regional dan nasional. Allahumma Amin…








