Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Pendidikan Karakter Pesantren

Pendidikan Karakter Pesantren

Paraktek Lebih Penting daripada Metode dan Materi

Zenrif Oleh Zenrif
9 Jun 2025
dalam Pemikiran
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Banyak ahli berdebat tentang pendidikan berkarakter. Tidak sedikit teori dan pendekatan dijadikan kajian dan penelitian. Sudah ribuan lembar kertas dan milyaran rupiah dana digelontorkan oleh Pemerintah, Institusi, dan Donatur untuk kepentingan itu. Dan… Hasilnya cukup membahagiakan bagi mereka dan keluarga yang memperoleh funding.

Di antara kajiannya ada yang menggunakan pendekatan psikologi, sosiologi, antropologi, dan tentu agama. Bahkan, menggunakan pendekatan muti disiplin.

Saat ada di pesantren yang bertetanggaan dengan rumah, waktu kecil, saya tidak pernah diajari definisi ruhani, aqliy, qalbiy, dan semacamnya. Tapi kami para santri sering mendapatkan cerita nasihat tentang kebaikan dan keburukan. Dampak baik bagi mereka yang melakukan kebaikan. Dampak buruk bagi mereka yang melakukan keburukan. Salah satu cerita yg menarik berikut:

Baca lainnya

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

19 Apr 2026
Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

18 Apr 2026

Ada tiga orang pencari emas di sebuah pulau, tidak terlalu jauh dari Pulau Jawa. Berkat kemauan kuat dan berbekal kegigihannya, akhirnya ketiga orang tersebut dapat menemukan beberapa peti emas yang disimpan para raja waktu itu.

Karena ada rasa saling ingin menguasai terhadap emas yang ditemukan itu, masing-masing mempunyai rencana buruk untuk menguasai sendiri. Masing-masing tidak ingin berbagi.
Si A dan si C berencana membunuh si B dengan cara meminta belanja keperluan makan dengan cara melobangi perahunya.
Sebagai tukang masak makanan, si B juga berencana membunuh si A dan C dengan cara memberikan racun pada makanan pagi yang sudah dimasaknya.
Malam itu masing-maisng sudah membuat desain pembunuhan. Si B sudah memberikan racun pada makanan pagi. Sedangkan si A dan C juga merusak perahu yang akan digunakan si B belanja.
Di pagi yang cerah, ketika si B akan berangkat belanja memenuhi keperluan makan, si A dan si C tersenyum gembira. Begitu juga si B sangat bahagia menjelang keberangkatannya. Arti kebahagiaan yang tidak diketahui oleh yang lain.

Mereka saling berpelukan sebelum berpisah.

Akhir cerita,  si B mati tenggelam karena perahu rusak, si A dan C mati terkena racun makanan…Hehehe
“Begitu bahaya dan bengisnya rasa tamak dan tidak mau berbagi itu…” Kata Ustadz Rofiqul Anam mengakhiri ceritanya waktu itu..
Cerita seperti itu yang membuat karakter para santri ingin selalu mengalah, sekalipun mungkin dia rugi.. Taoi akan lebih rugi jika semua tidak ada yang memperoleh.. Seorang santri akan merasa bahagia dalam penderitaannya ketika sudah mampu memberikan kebahagiaan pada orang lain
Cerita itu bukan pengetahuan definitif tentang ruhiologi, psikologi, soiologi, atau logi logi yang lain.. Tapi pendidikan pesantren memang tahu cara mengantarkan para santri menjadi generasi baik dan ingin berbuat baik.
Jika tidak begitu.. Pasti dia belum menjadi satri, apalagi ustadz, apalagi kyai. Namun sekarang panggilan Ustadz menjadi rusak. Panggilan kyai juga menjadi terkontaminasi, karena banyak orang yang hanya bisa mengajar agama meminta dipanggil ustadz, bahkan terkadang dipanggil kyai, meskipun perilakunya santri saja belum.

Di kalangan santri juga diajarkan dengan lengkap. Santri tidak hanya diajarkan pentingnga mengaji, mengkaji, mengajar, dan juga menulis. Dorongan menulis dalam rangka menyebarkan ajaran Islam menduduki tingkat mulya setelah kenabian.
قال ابن المبارك رحمه الله:
لا أعلم بعد النبوة درجة أفضل من بث العلم.
تهذيب الكمال (٢٠/١٦)

Namun lebih dari itu, santri juga dituntut untuk tidak hanya belajar, mengajar, dan menyebarkan ilmu melainkan juga mengamalkan pengetahuan dan mengamalkan berdasarkan pengetahuan.
ذِهَابُ الإِسْلاَمِ مِنْ أَرْبَعَةٍ لاَ يَعْملُوْنَ بِمَا يَعْلَمُوْنَ، وَيَعْمَلُوْنَ بِمَا لاَ يَعْلَمُوْنَ، ولا يتعلمون مالا يَعلَمُوْنَ، وَيَمنَعُوْنَ النَّاسَ مِنَ العِلْمِ
(سير أعلام النبلاء 14/525)

Di atas dari segalanya, dalam pendidikan pesantren menjadi orang berkarakter itu jauh lebih penting, yakni berkahlak mulya. Sehingga, setinggi apapun pangkat mu.. Setinggi apa pun jabatan mu.. Setinggi apa pun kedudukan mu.. Tetaplah menjadi santri yang mau bersimpuh dan meletakkan badan mu lebih rendah, bahkan di bawah kaki Sang Kyai..
Akhlak adalah segalanya bagi santri. Maka larangan seperti: “Jangan pernah duduk sama tinggi di depan Sang Kyai.. Itu bukan santri” merupakan doktrin penting. Ini bukan veodalisme. Ini bukan menjadikan santri sebagai budak. Ini adalah akhlak.

Tags: Akhlak MulyaCeritaKyaiMenulisPendidikan KarakterPesantrenSantriVeodalisme
Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Oleh Zenrif
19 Apr 2026
0

Fenomena pelantikan anak kandung oleh Kepala Daerah ke dalam jabatan strategis birokrasi, seringkali dipersepsikan secara simplistik sebagai bentuk nepotisme, tanpa...

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Mencari tempat kos di Malang dan sekitarnya, terutama untuk anak perempuan, yang sesuai dengan kaidah ajaran Islam pada saat ini...

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Dalam menimbang dan menlai skla prioritas program Pemerintah, kaidah ushul fiqh “الواجب لا يُترك لسُنّة، بل يُترك لواجبٍ” bisa memberikan...

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Oleh Zenrif
13 Apr 2026
0

Setelah saya diminta memimpin Prodi Studi Islam di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya terus melakukan kajian. Ada beberapa...

Postingan Berikut
PC PMII Kabupaten Malang periode 2024-2025 Dilantik, Sahabat Rifqiyanto Optimis Hadapi Tantangan Peradaban

PC PMII Kabupaten Malang periode 2024-2025 Dilantik, Sahabat Rifqiyanto Optimis Hadapi Tantangan Peradaban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS