Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Ketegangan Epistemik antara Pengetahuan Dhahir dan Amaliyah Batin dalam Perjalanan Intelektual Mbah Zayyadiy

Ketegangan Epistemik antara Pengetahuan Dhahir dan Amaliyah Batin dalam Perjalanan Intelektual Mbah Zayyadiy

Zenrif Oleh Zenrif
28 Feb 2026
dalam Berita, Cerita Pendek, Sejarah Tokoh
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Kak Tuan KH. Syamsuddin bin Abdul Aziz bin Syamsuddin  menyampaikan bahwa Mbah Zayyadiy adalah sosok yang sangat cinta pada ilmu pengetahuan. Karena cintanya itu, beliau hampir tidak pernah lepas dari kitab. Dorongan untuk terus membaca dan memperdalam ilmu bahkan sedemikian kuat, sampai-sampai keinginan belajar yang tiada henti itu disebut sempat mengganggu proses capaian keilmuan hakikatnya. Dalam satu fase, Kiai Sirajuddin menyarankan agar beliau berhenti sejenak dari membaca kitab—sebuah nasihat yang dalam tradisi tasawuf bukan berarti anti-ilmu, tetapi isyarat agar perjalanan intelektual diimbangi dengan pendalaman batin.

Keinginan Mbah Zayyadiy untuk mengejar pengetahuan syaiat memang luar biasa. Setiap menemukan persoalan syariat yang belum terjawab, beliau tidak pernah membiarkannya mengendap. Ia harus menemukan jawabannya. Dan jika tidak mampu memecahkan sendiri, maka Mbah KH. Syamsuddin adalah tempat beliau menyelesaikan persoalan yang tidak terpecahkan itu. Ada adab ilmiah yang sangat kuat di sini, ketekunan mencari jawaban sekaligus kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan.

Baca lainnya

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

9 Jul 2026
Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Cuaca yang Membawaku Pulang

6 Jul 2026

Kak Tuan KH. Syamsuddin juga menjelaskan, sebagaimana diceritakan Man Rihan, bahwa pernah suatu ketika Mbah Zayyadiy menghadapi persoalan yang belum bisa beliau selesaikan dan berniat suwan kepada Mbah KH. Syamsuddin. Namun sebelum beliau berangkat, justru Mbah KH. Syamsuddin terlihat datang ke Lomaer, tempat tinggal Mbah Zayyadiy. Mbah Zayyadiy kemudian berkata kepada istrinya: “Jhek gebei agin kopi delluh Kak Tuan, bik sengkok gik e ajuaginah soal,” meminta agar jangan dibuatkan kopi terlebih dahulu karena beliau hendak mengajukan pertanyaan. Mendengar itu, Mbah KH. Syamsuddin menjawab dengan ringan namun penuh makna: “Ngajuaginah soal apah ken atanyak ah, Lek?” (mau menyoal atau ingin bertanya, Dik?”

Kisah ini bukan sekadar cerita karamah atau kebetulan pertemuan guru dan murid. Ia memperlihatkan kedekatan sanad, kesatuan frekuensi batin antara penanya dan pemberi jawaban. Di satu sisi ada kegigihan intelektual yang tidak pernah puas sebelum menemukan kejelasan hukum, di sisi lain ada hubungan ruhani yang membuat jarak geografis seakan tidak lagi menjadi penghalang. Mbah Zayyadiy potret seorang pencari ilmu sejati, tekun membaca, berani bertanya, rendah hati mengakui keterbatasan, dan tetap tunduk pada bimbingan guru.

Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Oleh Zenrif
9 Jul 2026
0

Jalan menuju Ngantir, Pacitan, berliku mengikuti lekuk perbukitan karst. Di kiri dan kanan, pepohonan berdiri tenang seolah menyimpan kisah-kisah panjang...

Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Cuaca yang Membawaku Pulang

Oleh Zenrif
6 Jul 2026
0

Pagi ini, Senin, 6 Juli 2026. Jarum jam menunjukkan pukul 08.11 WIB. Di hadapan saya terbentang lembar-lembar hasil FGD dan...

Kak Tuan Syamsuddin: “Musuh” yang Kudengar, Saudara yang Kukenal

Kak Tuan Syamsuddin: “Musuh” yang Kudengar, Saudara yang Kukenal

Oleh Zenrif
12 Jun 2026
0

Saya adalah anak turun Bani Isma'il. Secara genealogis, saya berasal dari leluhur dan daerah yang sama dengan Kak Tuan Syamsuddin...

Halal Bihalal Tradisi NU: Dari Ritual Lebaran ke Etika Rekonsiliasi Bangsa

Halal Bihalal Tradisi NU: Dari Ritual Lebaran ke Etika Rekonsiliasi Bangsa

Oleh Zenrif
12 Apr 2026
0

Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi, masyarakat Indonesia memiliki satu mekanisme kultural yang relatif efektif dalam merawat harmoni,...

Postingan Berikut
Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS