Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Idul Fitri dan Kota yang Mendadak Sepi: Alquran, Tradisi Ramadan, dan Mudik Mahasiswa Rantau

Idul Fitri dan Kota yang Mendadak Sepi: Alquran, Tradisi Ramadan, dan Mudik Mahasiswa Rantau

Zenrif Oleh Zenrif
27 May 2025
dalam Pemikiran
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Idul Fitri sebentar lagi. Idul fitri di Kota, seperti Kota Pendidikan Malang, selalu ada fenomena mudik mahasiswa Rantau. Puluhan atau ratusan ribu mahasiswa yang pulang kampung membuat Kota Malang yang tak pernah tidur, mendadak lengang.

Sebagai Kota Pendidikan, jalan-jalan raya yang tadinya penuh sesak berjejalan sepeda montor berbagai merek dan plat nomor, semakin mendekati hari raya kian berkurang, dan menjadikan kota ini seperti “tertidur.”

Baca lainnya

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

9 Jul 2026
Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

5 Jul 2026

Setiap sudut Kota mendadak sepi. Menjelang idul fitri seperti sekarang, warung-warung besar dan kecil yang selama Bulan Ramadan penuh sesak dengan acara Buka Bersama (Bukber) sudah mulai tak nampak lagi.

Banyak warung kecil yang sudah tutup, dan beberapa kegiatan mahasiswa di café-café dekat kampus juga sudah tidak terlihat lagi. Acara Bukber dan kegiatan kajian Ramadan tidak hanya menjadi momen reuni ketemu dengan teman lama, tetapi juga menjadi ajang mebangun jaringan sosial. Kota, seperti Kota Malang, menjadi tempat terbangunnya jejaring sosial.

Beberapa minggu lalu, di beberapa masjid kampus dan ruang kelas, masih terlihar riuh jenaka suara mahasiswa yang bersemangat berbagi. Beberapa komunitas mahasiswa daerah, juga organisasi intra dan ekstra kampus, kian banyak yang memilih kegiatan Ramadan dalam bentuk pelatihan mahasiswa produktif atau mahasiswa dan perkembangan teknologi AI.

Kegiatan seperti itu kemudian diakhiri dengan penggalangan donasi dan membagi takjil di pinggir jalan raya atau diantarkan ke rumah-rumah sekitar kampus. Hiruk riuh itu kini sudah tak terdengar dan terlihat lagi. Kota ini mendadak sepi.

Tradisi berbahagia di Bulan Ramadan digambarkan Alquran dalam QS. Yunus (10):57-59; ayat 7 menjelaskan bahwa Alqur’an yang diturunkan pada Bulan Ramadlan merupakan petunjuk (مَوْعِظَةٌ) dan penyembuh penyakit hati (وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ).

Hubungan sosial yang terbangun melalui kegiatan Bukber dan Kegiatan Ramadan Mahasiswa yang menhasilkan jejaring sosial, silatur rahim, berbagi, memberi, kata Malik Badri seorang psikoterapi berbasis spritualitas Islam, dapat meningkatkan kebahagiaan.

Teori ini memperkuat pandangan Martin Seligman yang memperkenalkan model PERMA, yakni kima elemen utama mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis, positive emotion, engagement, relationships, meaning, dan achievement.

Melalui bimbingan Alqur’an (هُدًى وَرَحْمَةٌ), manusia bisa mencapai kebahagiaan itu, bahkan dari dunia hingga akhirat kelak. Kebahagiaan di dunia disebutkan dalam ayat 58 dengan kegembiraan (فَلْيَفْرَحُوا ), dan kegembiraan tersebut di Bulan Ramadlan digambarkan dengan rizki (رِزْقٍ) sebagaimana dalam ayat 59.

Pengunaan kata فرح yang berarti gembira menguatkan bahwa apa yang diperoleh mahasiswa melalui Bukber dan Kegiatan Ramadan merupakan kondisi emosi positif yang bersifat sementara karena muncul sebagai respon terhadap situasi tertentu, yakni gembira bertemu dengan teman dan membangun jejaring sosial dalam momentum menyenangkan.

Perasaan seperti itu biasanya hadir karena dipicu oleh kondisi eksternal yang instan. Menurut Ekman, merupakan luapan emosi dasar manusia yang muncul secara spontan.

Kondisi psikologis ini akan meningkat menjadi kebahagiaan. Dalam teori eudaimoinia Aristoteles dan model PERMA Martin Seligman, kegembiraan yang dihasilkan dalam kegiatan Bukber dan Kegiatan Ramadan itu akan menjadi kebahagiaan sejati jika dimunculkan sebagai kesejahteraan psikologis yang stabil, karena kegiatan Ramadan juga melibatkan aktvitas bermakna sehingga memiliki tujuan hidup dan dapat membangun hubungan baik dengan orang lain, baik melalui kegiatan berbagi takjil, santunan anak yatim, dan sedekah Ramadlan lainnya. Di sinilah relasi ajaran al-Qur’an dan munculnya Tradisi Ramdlan yang positif dan berdampak pada hubungan sosial yang positif.

Kini, Idul Fitri sudah tidak lama lagi. Mahasiswa rantau yang secara tidak langsung menjadi penggerak roda sosial dan roda ekonomi Kota Pendidikan Malang sudah tak terlihat lagi.

Selamat pulang kampung saudara seiman dan sebangsa ku. Biarkan Kota ini mendadak sepi dan kalian menyisakan kesejahteraan batin bagi penduduk Kota Pendidikan ini. Wallahu A’lam.

Tags: Al-QuranIdul FitriMudikRamadanTradisi
Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Oleh Zenrif
9 Jul 2026
0

Setiap langkah kehidupan, baik urusan duniawi maupun ukhrawi, memerlukan landasan yang jelas dan arah yang pasti. Islam menempatkan perencanaan bukan...

Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

Oleh Zenrif
5 Jul 2026
0

Segitiga Emas Pengembangan Ekonomi Desa berangkat dari keyakinan teologis bahwa Allah Swt. tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka...

DIHLIZ SEBAGAI TANAH SUBUR: TUGAS AKADEMISI MENCIPTAKAN DARI YANG SUDAH ADA DI PESANTREN

DIHLIZ SEBAGAI TANAH SUBUR: TUGAS AKADEMISI MENCIPTAKAN DARI YANG SUDAH ADA DI PESANTREN

Oleh Zenrif
27 Jun 2026
0

Saya membaca esai yang ditulis oleh Kang Abdur Rahim, biasa dipanggil dengan Kang Idung, seperti mengajukan sebuah konsep dihliz sebagai...

KYAI, PESANTREN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS (2)

KYAI, PESANTREN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS (2)

Oleh Zenrif
1 Jun 2026
0

Dalam konteks kemasyarakatan, Kyai melalui pesantren sering melakukan berbagai kegiatan pelatihan berbasis komunitas bagi masyarakat umum. Dalam konteks pendidikan modern,...

Postingan Berikut
Strategi Baznas Kota Malang Perangi Rentenir

Strategi Baznas Kota Malang Perangi Rentenir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS