Dosen Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian akademik melalui penerbitan buku berjudul Psikologi Sosial Qur’ani: Jalan Baru Ekonomi Kelas Menengah Muslim di Indonesia. Buku ini merupakan luaran penelitian ilmiah yang lahir dari ikhtiar akademik untuk membaca dan memahami dinamika sosial-ekonomi umat Islam Indonesia dengan berpijak pada pencerahan nilai-nilai al-Qur’an serta pendekatan psikologi sosial kontemporer.
Secara teologis dan epistemologis, karya ini didasarkan pada keyakinan bahwa ayat-ayat al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai teks normatif, melainkan juga sebagai petunjuk hidup yang hidup (living Qur’an) dalam realitas sosial masyarakat Muslim dari masa ke masa. Secara akademik, buku ini merupakan pengembangan dari laporan penelitian berjudul “Representasi Ekonomi Kelas Menengah Etnis Madura Masa Recovery Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19: Aplikasi Teori Social Representation Theory (SRT) dalam Psikologi Sosial Qur’ani.” Penelitian ini memadukan doktrin keagamaan (al-Qur’an) dengan teori-teori sosial modern, khususnya psikologi sosial, untuk membaca fakta sosial komunitas Muslim secara kontekstual dan reflektif. Pendekatan tersebut menempatkan al-Qur’an bukan sekadar sumber legitimasi normatif, tetapi sebagai kerangka pencerahan dalam memahami realitas kehidupan umat.
Objek kajian utama dalam buku ini adalah ekonomi kelas menengah etnis Madura, sebuah komunitas yang selama ini menarik perhatian akademisi karena etos kerja yang kuat dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Etnis Madura dikenal sebagai komunitas religius yang memiliki kedekatan historis dengan sistem pendidikan pesantren tradisional. Nilai-nilai kesantrian tersebut membentuk etika sosial khas yang tercermin dalam prinsip Bhuppa’–Bhabbhu’–Guruh–Ratoh, serta budaya kolektif seperti Rampak Naong Bringen Korong, yang memperkuat solidaritas dan kerja sama komunitas dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk stigma negatif dari kelompok lain.
Pemilihan konteks pasca pandemi COVID-19 sebagai latar penelitian memiliki signifikansi akademik yang kuat. Selain karena penelitian dilaksanakan pada tahun 2023—masa pemulihan global—fase pascapandemi dipahami sebagai periode restrukturisasi dan penguatan tatanan sosial. Pada fase inilah proses representasi sosial komunitas, khususnya kelas menengah Madura, dapat diamati secara lebih utuh, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun psikologis.
Dari sisi teoretik, buku ini menegaskan urgensi studi representasi sosial dalam kajian akademik. Representasi tidak hanya dipahami sebagai cermin realitas, tetapi sebagai konstruksi sosial yang sarat makna dan relasi kuasa. Dalam konteks ini, buku tersebut berdialog secara kritis dengan pemikiran representasi dalam tradisi filsafat dan ilmu sosial, termasuk perbandingan antara pendekatan humanistik dan kritis. Namun demikian, karya ini memiliki kekhasan karena secara spesifik memfokuskan diri pada representasi sosial yang dibaca melalui lensa Psikologi Sosial Qur’ani.
Dengan terbitnya buku Psikologi Sosial Qur’ani, Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan tradisi keilmuan integratif—yakni mempertemukan wahyu, teori sosial, dan realitas empiris. Buku ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik studi Islam dan ilmu sosial, tetapi juga menjadi rujukan strategis bagi penguatan ekonomi kelas menengah Muslim Indonesia berbasis nilai-nilai Qur’ani dan etika sosial keagamaan.








