Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
al-Qur’an Panduan Hidup dan Pengetahuan untuk Kemanusiaan

al-Qur’an Panduan Hidup dan Pengetahuan untuk Kemanusiaan

Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar (Bagian Penutup)

Zenrif Oleh Zenrif
29 May 2025
dalam Pemikiran
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Para Ulama’-Cendekia, pengambil kebijakan dan tokoh masyarakat yang saya hormati,

Akhirnya, sebagai penutup orasi ini, saya ingin menggarisbawahi bahwa al-Qur’an yang menjadi bagian dari keyakinan teologis sebagai Firman Allah swt dalam ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA), Islam yang diajarkan Rasulullah saw dan tetap terjaga orisinilitasnya ini, adalah panduan yang komprehensif (kaffah). Al-Qur’an tidak hanya menjadi Kitab Suci yang dibaca dan dihafalkan sebagai bagian dari ibadah ritual, melainkan panduan hidup hidup yang mencakup semua aspek kehidupan manusia agar tetap memanusiakan manusia dan tetap berada pada jalur kemanusiaannya. Di dalamnya terkandung nilai-nilai spritualitas, etika, ilmu pengetahuan, hingga petunjuk sosial dan peradaban. Al-Qur’an bukan hanya membimbing manusia menuju keselamatan akhirat, tetapi juga mengarahkan pada terwujudnya kehidupan dunia yang berkeadilan, bermartabat, dan penuh kasih.

Baca lainnya

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

19 Apr 2026
Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

18 Apr 2026

Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk terus memikirkan dan mencari secara mendalam seluruh ciptaan-Nya, baik mikro kosmik maupun makro kosmikm untuk kemaslahatan manusia. Oleh sebab itu, ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari pembacaan dan interpretasi terhadap ayat-ayat al-Qur’an, tidak pernah ditemukan adanya perbedaan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui hasil pembacaan terhadap fakta-fakta sunnatullah, baik mikro kosmik maupun makro kosmik, karena bersumber dari ke-Mahabenar-an Yang Satu (al-Haqq), Allah swt. Pemilik Firman al-Qur’an dan Pencipta Sunnatullah di jagad raya ini. Oleh sebab itu, dalam konteks akademik, al-Qur’an merupakan fondasi epistemologis yang kokoh bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. Tegasnya, pengetahuan Islam yang dikembangkan UIN Maliki Malang mengajarkan keimanan dan keilmuan merupakan dua kutub yang tidak boleh dipertentangkan, sebaliknya saling melengkapi.

Berangkat dari sini, puncak keakademikan akademisi muslim bukan pada title Guru Besar yang sudah disandangnya, melainkan bagaimana tanggung jawab moral dan ilmiah untuk menjadikan nilai-nilai al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membentuk kurikulum, membimbing riset, dan menyyumbangkan pemikiran bagi Pembangunan perdaban melalui pengabdian pada masyarakat. Tegasnya, Guru Besar bukan merupakan akhir dari perjalan akademik akademisi muslim, tugasnya dalam mengintegrasikan dimensi etika, spiritual, dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata Guru Besar merupakan puncak tertinggi yang masih harus terus diupakan sehingga menjadikan dirinya sebagai ‘abidullah dan khalifatullah fil ardli.

Akhirnya, saya berharap orasi ini dapat menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita semua, khususnya saya pribadi, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt melalui pembacaan al-Qur’an untuk kemanusiaan, baik sebagai sumber inspirasi ilmiah maupun sebagai panduan moral kehidupan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, meluruskan niat kita, dan memberkahi ilmu yang kita upayakan demi kebaikan umat dan kemaslahatan dunia. Terima kasih saya sampaikan kepada keluarga tercinta, para kolega, institusi yang saya cintai, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan spiritual dalam perjalanan ini. Semoga semua yang kita upayakan menjadi amal jariyah yang tak terputus, dan menjadi bagian dari kontribusi kita dalam membangun peradaban yang tercerahkan oleh cahaya al-Qur’an.

Secara khusus saya ingin berterima kasih kepada Ibunda tercinta, Nyai Hj. Hanifah As’ad, yang sekaligus sebagai guru pertama saya dalam membaca al-Qur’an dan mengamalkan al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Saya juga ingin berterima kasih kepada guru kedua saya dalam membaca al-Qur’an waktu kecil, Mbah Nyai Hj. Suryati (alm.), Mbah KH. As’ad Isma’il (alm.), Abah KH. Kholili Nawawi (alm.), Pamanda KH. Abdul Hannan As’ad (alm). Beliau semua adalah keluarga yang menjadi guru-uru saya dalam membaca al-Qur’an secara baik dan benar.

Pada saat belajar di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, saya memperoleh bimbingan untuk memahami Tafsir a-Qur’an secara tekstual melalui pengajaran dan pengajian Kitab Tafsir Jalalayn dan keyakinan saya bahwa al-Qur’an sebagai Firman Allah swt melalui bebarapa Kitab Tauhid, Kifatul Awam dan al-Dasuqiy, yang kemudian menjadi pondasi keyakinan dan pengetahuan tekstual saya tentang kebenaran dan makna al-Qur’an. Saya ingin berterima kasih yang mendalam kepada para almarhumin KH. Yahya Syabrowi, KH. Qoffal Syabrowi, KH. Isma’il Bukhari, KH. Qosim Bukhari, KH. Mujtaba Bukhari, KH. Mustofa Siraj, KH. Abdul Hakim dan kepada semua guru saya di MI, MTs dan MA Radlatul Ulum, yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Jenengan semua telah menjadi contoh bagaimana hidup menjadi baik dan sangat berkontribusi besar dalam menjadikan saya hingga sampai pada titik ini.

Saya juga ingin berterima kasih kepada guru-guru saya yang telah mengajarkan saya bisa membaca dan memahami teks berbahasa Inggris sehingga menjadi dasar kebisaan saya membaca teks karya ilmiah tentang al-Qur’an berbahasa Inggris, terutama almarhum Drs. HM. Kamilun Muhtadin, Drs. M. Rofiq, Dip. T., yang terhormat Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. saat ini sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiolinguistik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain belajar membaca bahasa Inggris, di Strata 1 saya banyak belajar bagaimana cara membaca masyarakat islam melalui Metodologi Penelitian Sosial kepada yang terhormat, Prof. Dr. Djunaidi Ghoni. yang selalu mengingatkan agar saya belajar lebih keras lagi dengan gayanya yang khas, “Batuk mu atos, Zan.”

Kecintaan dan kesukaan saya membaca, mempelajari dan meneliti tentang al-Qur’an saya peroleh melalui Studi di Pascasarjana UIN Alauddin, Makassar. Saya ingin berterima kasih kepada guru-guru saya yang mempengaruhi cara berpikir kritis dengan pendekatan historis-sosiologis , Prof. Dr. Harun Nasution, MA., Prof. Dr. Andi Rasdianah, MA., Prof. Dr. Hamka Haq, MA. yang menemani diskusi kajian perkembangan pemikiran Islam bersama Prof. Dr. Noer Cholis Madjid, MA., Prof. Dr. Mun’im Salim, MA yang menemani diskusi Studi al-Qur’an dan Tasfir bersama Prof. Dr. Quraish Shihab, MA. Analisis dan studi al-Qur’an berparadigma Ushuliyah saya peroleh secara mendalam dari Beliau alm Prof. Dr. Satria Effendi, melalui kajian teks al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam Imam al-Amudiy, dan al-Muwafaqat Imam al-Syathibiy.

Kajian sosiologis dan antrologis dalam Studi al-Qur’an saya perdalam melalui kajian-kajian Islam Sosio-antropologis saat di Program Pascasajana UIN Sunan Ampel Surabaya. Saya juga berterima kasih kepada para dosen yang kredibel dan berintegritas tinggi dalam bidang kajian keilmuannya masing-masing, dan telah memberikan sumbangsih tidak sedikit dalam perkembangan pemikiran sosio-antropologis saya. Alm. Prof. Dr. Soetandyo Wignyo Soebroto, yang juga pernah menjadi dosen dalam Kajian Metodologi Penelitian Sosial saat saya menjadi Ketua Ikatan Peneliti Muda Indonesia Timur. Prof. Dr. Imam Suprajogo, yang juga telah menjadi teladan dalam menata strategi dan manajemen Kampus Besar yang kelak bernama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau juga telah memberikan saya banyak kesempatan, terutama saat pendirian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan menjadi Ketua Pertama pada Lembaga Kajian al-Qur’an dan Sains (LKQS) dan Ketua Pertama pada Pusat Kajian Zakat dan Wakaf (el-Zawa).

Saya juga mendapatkan asupan pemikiran kritis dari Prof. Dr. H. Muhammad Amin Abdullah, M.A., seorang filsuf, ilmuwan, dan cendekiawan Muslim Indonesia yang dikenal luas dalam bidang filsafat Islam, hermeneutika, dan studi agama. Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A., seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang dikenal luas dalam bidang sejarah dan peradaban Islam.

Saya juga memperoleh sumbangan pengetahuan yang sangat siginifikan dalam perkembangan pengetahuan saya dalam penulisan dan ujian Disertasi dengan judul: “  PENDEKATAN FENOMENOLOGI KRITIS DALAM STUDI TAFSIR AL-QUR’AN: Analisis Interrelasi Fungsional antara Teks Tafsir dan Realitas Kepemimpinan Keluarga Kyai Bani Isma’il di Jawa Timur.” Saya berterima kasih kepada Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. saat ini, beliau menjabat sebagai Guru Besar Sosiologi. di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, M.A., Guru Besar bidang Ilmu Fiqih (Hukum Islam) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Al-Habib Prof. Dr. K.H. Said Agil Husin Al Munawar, MA.  seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang memiliki peran penting dalam bidang agama, pendidikan, dan pemerintahan. Kepada Beliau semua, saya berterima kasih semoga semua ilmu pengetahuan dan kepribadian imuan muslim yang telah jenengan ajarkan dan contohkan menjadi bagian amal shaleh. Amin…

Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam semua usaha hingga mencapai gelar akademik seperti saat ini, ada peran istri yang telah menjadi bagian dari kehidupan saya. Saya berterima kasih kepada istri saya, Dwi Rifiani, MAg. perempuan yang saya nikahi karena cinta dan mau menerima bukan hanya kelebihan saya, tetapi juga kekurangan dan keburukannya. Oleh sebab itu, saya percaya bahwa engkau bisa menjadi bagian dari sejarah hidup ini. Engkau yang telah sabar menerima semua keburukan saya dengan tetap menjaga keluarga ini menjadi tetap harmonis dengan selalu sabar mendidikan anak-anak, penuh perhatian dan cinta kasih. Rif, terima kasih telah menjadikan kehidupan keluarga sebagai rumah pendidikan bagi anak-anak. Engkau adalah contoh bagi setiap ibu yang ingin merajut sehelai demi sehelai percak-percak kain yang terbuang, menjadi baju kehidupan yang sangat indah dan menarik. Engkau adalah contoh bagi setiap istri yang ingin menjadikan suaminya sukses dan mengalah demi menjaga harga dan martabatnya sebagai perempuan. Engkau adalah contoh bagi setiap anak perempuan yang ingin mengabdi pada orang tua melalui kemandirian dan pengetahuan. Rif, terima kasih atas segala sehingga menjadikan saya seperti sekarang ini.

Anak-anak saya, Fina Maysaroh Nur Mauldiana, Adelia Farah Kamila, dan Abdul Adhim Nibras Fuadi, terima kasih sudah menjadi anak yang baik dan bisa mebahagiakan orang tua. Buyah dan Ummi tidak akan pernah marah atau menuntut kalian dalam bidang raihan akademik, tapi Buyah dan Ummi akan marah jika kalian meninggalkan ajaran agama dan akhlak. Itulah makna dari QS. Al-Mujadalah (58):11: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ . Buyah dan Ummi juga sangat bangga karena kalian menjadi santri yang menjaga akhlak, bukan bangga karena kalian telah meraih penghargaan dalam bidang akademik, sebab inti dan puncak akademik tertinggi yang diberikan Allah swt kepada manusia pilihan adalah moralitas sosial yang baik.

 

أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ الرَّمَادِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةَ

سَمِعَ أُسَامَةَ بْنَ شَرِيكٍ يَقُولُ: شَهِدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَعْرَابُ يَسْأَلُونَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ عَلَيْنَا جُنَاحٌ فِي كَذَا ـ مَرَّتَيْنِ ـ؟ فقال: عباد الله، وضع الله الحرج، إِلَّا امْرُؤٌ اقْتَرَضَ مِنْ عِرْضِ أَخِيهِ شَيْئًا، فَذَلِكَ الَّذِي حَرِجَ” قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَهَلْ عَلَيْنَا جُنَاحٌ أَنْ نَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: “تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً” قَالُوا: يَا رَسُولَ لله، فَمَا خَيْرُ مَا أُعْطِيَ الْعَبْدُ؟ قَالَ: “خُلُقٌ حسن”

Wallahu A’lam

Tags: al-TsaqafiyIlmiKemanusiaaStudi al-Qur'anTafsir
Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Oleh Zenrif
19 Apr 2026
0

Fenomena pelantikan anak kandung oleh Kepala Daerah ke dalam jabatan strategis birokrasi, seringkali dipersepsikan secara simplistik sebagai bentuk nepotisme, tanpa...

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Mencari tempat kos di Malang dan sekitarnya, terutama untuk anak perempuan, yang sesuai dengan kaidah ajaran Islam pada saat ini...

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Dalam menimbang dan menlai skla prioritas program Pemerintah, kaidah ushul fiqh “الواجب لا يُترك لسُنّة، بل يُترك لواجبٍ” bisa memberikan...

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Oleh Zenrif
13 Apr 2026
0

Setelah saya diminta memimpin Prodi Studi Islam di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya terus melakukan kajian. Ada beberapa...

Postingan Berikut
DARI HUBBUL WATHAN KE HUBBUL WADHON

DARI HUBBUL WATHAN KE HUBBUL WADHON

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS