Malang (3/12) — Mengakhir tahun 2025, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Maliki Malang menggelar rapat persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Islam (UI) Tribakti Lirboyo Kediri. Rapat berlangsung pada pukul 13.05 hingga 14.20 WIB dan menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kelembagaan perguruan tinggi pesantren.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ustadz Prof. (Assoc.) Dr. Sutaman, M.A., yang menegaskan pentingnya kerja sama berbasis kebutuhan riil pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola akademik. Setelah pembukaan, sambutan atas nama Rektor UI Tribakti Lirboyo awalnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. Namun, di tengah acara Rektor UI Tribakti Lirboyo berkenan hadir langsung sehingga sambutan kemudian dilanjutkan kembali oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dengan penegasan substansi kebijakan pimpinan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UI Tribakti Lirboyo menjelaskan bahwa saat ini sekitar 20 persen dosen baru menempuh dan telah menyelesaikan studi doktoral. Kondisi tersebut menuntut percepatan pemenuhan kebutuhan dosen bergelar doktor di setiap program studi guna mendukung capaian akreditasi Unggul. Selain itu, ia menekankan pentingnya penataan manajemen perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih terstruktur.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Lirboyo memiliki karakter khusus dan strategis, mengingat pesantren Lirboyo memiliki jalinan historis yang kuat dalam tradisi pendidikan Islam. Menurutnya, kualitas keilmuan para santri, mahasiswa, dan dosen Lirboyo sudah tidak diragukan, sehingga membutuhkan pola layanan akademik dan manajemen kerja sama yang bersifat khusus, adaptif, dan saling menguatkan.
Penjelasan teknis kerja sama disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang yang menguraikan berbagai skema perkuliahan yang dapat dikembangkan, meliputi perkuliahan reguler program S2 dan S3, perkuliahan kerja sama, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk S2, serta skema By Research untuk program doktoral (S3). Skema tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan dosen dan pengelola perguruan tinggi pesantren secara fleksibel namun tetap menjaga mutu akademik.
Sementara itu, Rektor UI Tribakti Lirboyo dalam penjelasannya menyoroti ketersediaan fasilitas akademik serta keterbatasan waktu yang dipengaruhi oleh aturan pesantren, termasuk pembatasan penggunaan perangkat digital. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan manajemen waktu dan pembentukan etos akademik yang disiplin. Ia mengutip ungkapan Arab, “الأوقات من علامة التيقن”, sebagai penegasan bahwa pengelolaan waktu merupakan bagian dari kematangan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Rapat ini menjadi langkah awal yang penting dalam merumuskan PKS antara UIN Maliki Malang dan UI Tribakti Lirboyo, dengan harapan kerja sama yang terbangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu akademik, manajemen kelembagaan, dan pengembangan tradisi keilmuan pesantren di tingkat nasional.








