Kepanjen – Upaya memperkuat moralitas politik dalam kehidupan berpartai terus didorong hingga tingkat akar rumput. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Moralitas Politik dalam Berpartai demi Ketahanan Bangsa dan Keutuhan Negara” yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 14.00–17.00 WIB di Hotel Grand Miami, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh para Ketua Partai Politik di tingkat kecamatan atau yang lazim disebut Ketua DPC maupun Ketua Koordinator Kecamatan sebagai penggerak organisasi partai di tingkat basis masyarakat.
Program sosialisasi tersebut diinisiasi oleh Hj. Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem periode 2024–2029, dan diselenggarakan oleh Perkumpulan Propublic Aspirasi Nusantara sebagai bagian dari upaya memperkuat etika dan tanggung jawab politik dalam kehidupan demokrasi. Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M. Ag. Dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang, Agus Widodo, yang juga menjabat Plt. Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, bersama narasumber lainnya termasuk penulis sebagai pemateri utama dalam sesi penguatan perspektif moralitas politik.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa ketua partai di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi organisasi partai di tengah masyarakat. Pada Partai NasDem, struktur organisasi memang dibangun hingga tingkat kecamatan sebagai bentuk penguatan jaringan politik hingga ke akar rumput, sehingga partai tidak hanya hadir dalam momentum pemilu, tetapi juga menjadi sarana pendidikan politik serta penghubung aspirasi masyarakat dengan kebijakan politik.
Dalam sesi materi, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga menggunakan permainan interaktif yang mendorong peserta berpikir kreatif dan reflektif. Melalui simulasi dan permainan tersebut, peserta diajak melihat realitas politik secara lebih rasional dan objektif, bahwa banyak persoalan dalam kehidupan berbangsa yang tidak dapat diselesaikan secara individual. Permainan tersebut menggambarkan bahwa perubahan sosial dan politik sering kali berjalan lambat, memerlukan kerja sama kolektif, komitmen terhadap nilai kebaikan, serta integritas moral dalam tindakan politik.
Pendekatan ini membuat suasana forum menjadi lebih hidup sekaligus membuka ruang refleksi bagi para peserta yang sebagian besar merupakan pimpinan partai di tingkat kecamatan. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami bahwa moralitas politik bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya organisasi yang tercermin dalam perilaku kader dan kepemimpinan partai di tengah masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa organisasi politik dan organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, stabilitas demokrasi, dan ketahanan bangsa. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan dan etika politik harus terus dilakukan agar praktik politik di tingkat lokal tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan keutuhan negara.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan para pimpinan partai di tingkat kecamatan dapat memperkuat perannya sebagai motor pendidikan politik masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga integritas, moralitas politik, dan komitmen kebangsaan. Dengan demikian, partai politik tidak hanya menjadi kendaraan elektoral, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun demokrasi yang beretika serta menjaga ketahanan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.








