Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Kebersamaan Antarorganisasi Islam dan Kedewasaan Berjamaah

Kebersamaan Antarorganisasi Islam dan Kedewasaan Berjamaah

Refleksi atas Ucapan Selamat Milad Nahdlatul Ulama dari Pimpinan Muhammadiyah

Zenrif Oleh Zenrif
31 Jan 2026
dalam Karya, Pemikiran
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Pada jam 18.36  malam ini,  saya memperoleh ucapan Selamat dari Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Ucapan selamat itu bukan ntuk saya pribadi, tapi untuk 1 Abad kelahiran Nahdlatul Ulama.  Bagi saya ucapan Selamat Milad Nahdlatul Ulama yang disampaikan oleh Pimpinan Muhammadiyah ini bukanlah sekadar basa-basi kelembagaan atau etika seremonial. Ini adalah simbol peradaban, merupakan pesan moral, dan pernyataan kedewasaan berorganisasi yang sangat penting bagi masa depan Islam Indonesia. Dalam situasi sosial yang kerap diwarnai polarisasi identitas, gestur ini menunjukkan bahwa perbedaan manhaj, tradisi keagamaan, dan strategi dakwah tidak harus bermuara pada konflik, apalagi perpecahan umat.

Al-Qur’an secara tegas meletakkan prinsip persatuan sebagai fondasi kehidupan beragama dan bermasyarakat. Allah berfirman:

Baca lainnya

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

9 Jul 2026
Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

9 Jul 2026

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai”
(QS. Āli ‘Imrān [3]: 103).

Ayat ini menegaskan bahwa persatuan umat adalah kewajiban, sedangkan perpecahan adalah penyimpangan etis. Keberadaan berbagai organisasi Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, harus dipahami sebagai realitas sosial yang berada dalam bingkai persatuan nilai, bukan sebagai alasan untuk saling menegasikan perbedaan itu sendiri.

Lebih jauh, al-Qur’an juga mengakui keragaman sebagai sunnatullah. Dalam QS. al-Ḥujurāt [49]: 13 ditegaskan bahwa manusia diciptakan beragam agar saling mengenal (li ta‘ārafū). Dalam konteks keorganisasian Islam, perbedaan corak pemikiran, metode dakwah, dan tradisi keilmuan merupakan ruang ta‘āruf kelembagaan, bukan medan konflik ideologis. Ucapan Milad NU dari Muhammadiyah adalah praktik konkret dari spirit ta‘āruf tersebut.

Secara teologis, Islam sama sekali tidak mengajarkan kompetisi yang destruktif, melainkan kompetisi dalam kebajikan. Allah berfirman:

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebajikan (fastabiqul khairāt)”
(QS. al-Mā’idah [5]: 48).

Ayat ini memberikan legitimasi kuat bahwa perbedaan jalan dan pendekatan dalam berkhidmat kepada umat bukanlah masalah, selama orientasinya adalah kemaslahatan. NU dan Muhammadiyah, dengan kekhasan masing-masing, sejatinya sedang berada dalam arena fastabiqul khairāt, bukan dalam logika saling mengalahkan.

Dari perspektif teori sosial, sikap saling menghormati antarorganisasi mencerminkan kedewasaan pluralisme, sebagaimana dijelaskan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Pluralisme tidak menuntut peleburan identitas, tetapi meniscayakan koeksistensi yang dewasa dan beradab di ruang publik. Muhammadiyah tetap dengan tajdid dan modernisasinya, NU tetap dengan kekuatan tradisi pesantren dan kearifan lokalnya, tanpa harus merasa terancam satu sama lain.

Dalam teori modal sosial (social capital) yang dikembangkan Robert D. Putnam, kepercayaan dan jaringan antaraktor sosial adalah fondasi kohesi masyarakat. Ucapan selamat lintas ormas memperkuat trust kolektif umat Islam, menurunkan potensi konflik horizontal, dan meningkatkan daya tawar umat dalam kehidupan kebangsaan. Dengan kata lain, kebersamaan antarorganisasi bukan hanya bernilai religius, tetapi juga strategis secara sosial-politik.

Dari sudut pandang studi organisasi, gestur ini menunjukkan organizational maturity. Organisasi yang matang tidak bersikap reaktif, tidak defensif terhadap eksistensi pihak lain, dan tidak membangun identitas melalui delegitimasi organisasi lain. Justru, ia mampu mengakui kontribusi pihak lain sebagai bagian dari ikhtiar kolektif umat. Dalam kerangka ini, ucapan Milad NU dari Muhammadiyah adalah indikator kematangan institusional, bukan kompromi ideologis.

Selain itu, tradisi fikih ikhtilāf dalam khazanah Islam klasik mengajarkan etika menyikapi perbedaan. Para ulama membedakan antara ikhtilāf tanawwu‘ (perbedaan yang bersifat variasi dan sah) dan ikhtilāf taḍādd (perbedaan yang saling meniadakan). Perbedaan NU dan Muhammadiyah jelas berada pada wilayah ikhtilāf tanawwu‘, sehingga yang dituntut bukan penyeragaman, melainkan adab dan kedewasaan.

Pada akhirnya, kebersamaan antarorganisasi Islam bukanlah upaya mencairkan identitas atau menghilangkan prinsip. Ia adalah kemampuan mengelola perbedaan dalam bingkai akhlak, ilmu, dan kebijaksanaan. Ucapan Selamat Milad Nahdlatul Ulama dari Pimpinan Muhammadiyah adalah contoh nyata Islam yang wasathiyah, berbeda tanpa bermusuhan, bersaing tanpa meniadakan, dan bersama tanpa kehilangan jati diri. Terima kasih saudara ku…

Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Oleh Zenrif
9 Jul 2026
0

Jalan menuju Ngantir, Pacitan, berliku mengikuti lekuk perbukitan karst. Di kiri dan kanan, pepohonan berdiri tenang seolah menyimpan kisah-kisah panjang...

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Perencanaan sebagai Kewajiban dan Jalan Hidup: Teladan Rasulullah serta Ketetapan Sunnatullah

Oleh Zenrif
9 Jul 2026
0

Setiap langkah kehidupan, baik urusan duniawi maupun ukhrawi, memerlukan landasan yang jelas dan arah yang pasti. Islam menempatkan perencanaan bukan...

Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Cuaca yang Membawaku Pulang

Oleh Zenrif
6 Jul 2026
0

Pagi ini, Senin, 6 Juli 2026. Jarum jam menunjukkan pukul 08.11 WIB. Di hadapan saya terbentang lembar-lembar hasil FGD dan...

Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

Dari Ta’āwun Menuju Tamkīn: Ketika Kolaborasi Menjadi Jalan Ibadah Membangun Peradaban Desa

Oleh Zenrif
5 Jul 2026
0

Segitiga Emas Pengembangan Ekonomi Desa berangkat dari keyakinan teologis bahwa Allah Swt. tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka...

Postingan Berikut
Fatayat NU dan Gerakan Dakwah al-Nahdliyyah: Perempuan Muda sebagai Pilar Peradaban Bangsa

Fatayat NU dan Gerakan Dakwah al-Nahdliyyah: Perempuan Muda sebagai Pilar Peradaban Bangsa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS