Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Jejak Hidup Pecinta al-Qur’an: Saelan

Jejak Hidup Pecinta al-Qur’an: Saelan

Zenrif Oleh Zenrif
13 Feb 2026
dalam Cerita Pendek, Sejarah Tokoh
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Pada hari Selasa pukul 11.28 WIB, melalui GWA Fakultas Syariah, tersebar kabar duka:

إنا لله وإنا إليه راجعون

Berpulang ke rahmatullah ayahanda dari Ibu Jamilah. Doa-doa mengalir, memohonkan ampunan, rahmat, dan husnul khatimah bagi almarhum. Sore harinya, Habib Segaf mengajak saya untuk bertahlil bagi orang tua Mas Hariri. Belakangan saya mengetahui bahwa Mbak Jamilah dan Hariri adalah saudara kandung, putra-putri dari seorang lelaki sederhana bernama Saelan.

Baca lainnya

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

9 Jul 2026
Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Cuaca yang Membawaku Pulang

6 Jul 2026

Nama itu terdengar biasa. Tidak diambil dari ayat al-Qur’an, tidak pula dari istilah Arab yang sarat simbol. Namun dalam kesederhanaan nama tersebut, tersembunyi kecintaan yang luar biasa kepada Kalamullah.

Saelan pernah menjadi abdi dalem dari KH. Hasan Baisuny. Pengabdian ini bukan sekadar hubungan sosial, melainkan relasi khidmah—sebuah tradisi pesantren yang menanamkan adab, kesetiaan, dan keberkahan ilmu. Dalam perjalanan hidupnya, beliau kemudian dinikahkan dengan adik ipar dari KH. Jazuli, memperkuat jejaring spiritual dan kekeluargaan di lingkungan para kiai. Namun identitas terkuat Saelan bukanlah pada jejaring itu. Melainkan pada relasinya dengan al-Qur’an.

Saelan dikenal sangat mencintai al-Qur’an. Membaca al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan ruhani. Bahkan ketika sakitnya semakin parah, ketika fisiknya melemah, beliau tetap berupaya membaca al-Qur’an. Hingga pada akhir hayatnya, beliau wafat dalam keadaan al-Qur’an berada dalam pelukannya. Sebuah simbol yang tidak dibuat-buat. Sebuah akhir yang menjadi cermin dari kebiasaan hidupnya.

Selain itu, beliau istiqamah melaksanakan shalat malam setiap pukul 02.00 dini hari. Di saat banyak orang terlelap, beliau berdiri menghadap Rabb-nya. Dalam disiplin spiritual seperti inilah kecintaan kepada al-Qur’an menemukan maknanya: bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya yang menghidupkan malam

Saelan mungkin tidak meninggalkan karya tulis, tidak dikenal luas di ruang publik, dan tidak tercatat dalam biografi besar. Namun ia meninggalkan warisan yang lebih dalam: teladan. Ia menunjukkan bahwa menjadi pecinta al-Qur’an tidak harus dengan nama yang indah atau gelar yang panjang. Cukup dengan kesetiaan membaca, menghidupi malam dengan ibadah, dan menjadikan al-Qur’an sebagai sahabat hingga akhir hayat.

Selamat jalan, pecinta al-Qur’an. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, dan menjadikan al-Qur’an sebagai syafaat yang menyertaimu di alam keabadian. آمين يا رب العالمين.

Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Ngantir: Ketika Cahaya Itu Kembali

Oleh Zenrif
9 Jul 2026
0

Jalan menuju Ngantir, Pacitan, berliku mengikuti lekuk perbukitan karst. Di kiri dan kanan, pepohonan berdiri tenang seolah menyimpan kisah-kisah panjang...

Mengapa Ulama Sejati Tidak Mencari Panggung? Refleksi atas Spiritualitas Mbah Zayyadiy

Cuaca yang Membawaku Pulang

Oleh Zenrif
6 Jul 2026
0

Pagi ini, Senin, 6 Juli 2026. Jarum jam menunjukkan pukul 08.11 WIB. Di hadapan saya terbentang lembar-lembar hasil FGD dan...

Kak Tuan Syamsuddin: “Musuh” yang Kudengar, Saudara yang Kukenal

Kak Tuan Syamsuddin: “Musuh” yang Kudengar, Saudara yang Kukenal

Oleh Zenrif
12 Jun 2026
0

Saya adalah anak turun Bani Isma'il. Secara genealogis, saya berasal dari leluhur dan daerah yang sama dengan Kak Tuan Syamsuddin...

Halal Bihalal Tradisi NU: Dari Ritual Lebaran ke Etika Rekonsiliasi Bangsa

Halal Bihalal Tradisi NU: Dari Ritual Lebaran ke Etika Rekonsiliasi Bangsa

Oleh Zenrif
12 Apr 2026
0

Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi, masyarakat Indonesia memiliki satu mekanisme kultural yang relatif efektif dalam merawat harmoni,...

Postingan Berikut
Jogjakarta: Istimewa Secara Politik dan Humanis dalam Dunia Akademik

Jogjakarta: Istimewa Secara Politik dan Humanis dalam Dunia Akademik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS