Malang (21/1)— Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan evaluasi akademik yang berlangsung dinamis dan argumentatif. Forum ini menjadi ruang reflektif sekaligus kritis bagi pimpinan program studi dalam merespons berbagai kebijakan akademik yang dinilai strategis namun berpotensi menimbulkan beban bagi mahasiswa apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sistem dan dukungan institusional yang memadai.
Dalam evaluasi tersebut, perdebatan hangat terjadi antar ketua program studi terkait sejumlah persyaratan akademik yang dikhawatirkan justru menjadi faktor penghambat kelancaran studi mahasiswa. Muncul tarik-menarik antara komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas akademik lulusan dengan realitas kondisi lapangan yang dirasakan mahasiswa sebagai beban akademik yang cukup berat, khususnya pada jenjang Magister dan Doktor.
Salah satu isu sentral yang memantik diskusi intensif adalah upaya peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana. Sejumlah ketua program studi menekankan pentingnya penguatan kapasitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan pelatihan Academic Writing, terutama bagi peserta Program Doktor yang dituntut menghasilkan karya ilmiah bereputasi. Usulan ini didasarkan pada kebutuhan riil mahasiswa dalam memenuhi standar publikasi ilmiah sekaligus menjawab tuntutan peningkatan akreditasi institusi.
Namun demikian, diskusi juga mengemuka pada aspek kebijakan dan regulasi internal. Beberapa pimpinan program studi menyoroti adanya ketegangan antara tuntutan peningkatan peringkat akreditasi lembaga yang berimplikasi pada target publikasi bereputasi, dengan aturan dan kesepakatan pimpinan yang secara formal hanya mensyaratkan publikasi pada jurnal terindeks SINTA 4 atau SINTA 3. Kondisi ini menimbulkan perbedaan persepsi mengenai arah kebijakan akademik Pascasarjana, apakah akan tetap bertahan pada standar minimal atau mulai mendorong capaian yang lebih tinggi secara bertahap dan sistematis.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran menjadi perhatian serius dalam forum evaluasi ini. Usulan penyelenggaraan pelatihan Academic Writing dinilai sangat urgen, namun hingga saat ini belum didukung oleh ketersediaan anggaran khusus. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tuntutan peningkatan kualitas akademik tidak sepenuhnya diiringi dengan dukungan sumber daya yang memadai, baik dari aspek pembiayaan maupun fasilitasi akademik.
Isu lain yang turut mengemuka adalah kebijakan paperless yang ingin diterapkan oleh Pascasarjana sebagai bagian dari transformasi tata kelola akademik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan alokasi anggaran untuk kebutuhan percetakan, sehingga dinilai belum selaras antara semangat perubahan kebijakan dengan perencanaan dan struktur anggaran yang tersedia. Ketidaksinkronan ini menjadi catatan kritis dalam evaluasi, khususnya terkait konsistensi perencanaan anggaran dengan arah kebijakan strategis Pascasarjana.
Secara keseluruhan, evaluasi akademik Pascasarjana UIN Maliki Malang mencerminkan dinamika institusional yang sehat, ditandai dengan perdebatan terbuka, argumentatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Forum ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi perumusan kebijakan akademik yang lebih realistis, berkeadilan bagi mahasiswa, serta selaras antara visi peningkatan kualitas, tuntutan akreditasi, dan kesiapan sumber daya institusi ke depan.
Dari “Miskin dan Bodoh” Menuju Berdaya: Spirit Halal bi Halal Bani Isma’il dan Kebangkitan Ekonomi Keluarga
Pertemuan Bani Isma’il dalam rangka halal bi halal keluarga besar yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Maret 2026 di Pondok Pesantren...








