Sebuah buku bertajuk “Al-Qur’an dan Permasalahan Sosial: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Komunitas Pesantren di Pinggiran Kota Malang” hadir sebagai ikhtiar akademik dan praksis untuk menjawab problem sosial-ekonomi masyarakat, khususnya komunitas pesantren, di tengah dinamika krisis dan pascapandemi.
Buku ini merupakan hasil pembacaan mendalam terhadap kalamullah qawliyah (teks al-Qur’an) dan kalamullah kauniyah (realitas sosial), terutama yang berkaitan dengan upaya penyelesaian persoalan ekonomi masyarakat pada masa pandemi. Penulis berusaha menempatkan al-Qur’an bukan hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai panduan hidup yang operasional dalam menghadapi problem sosial-ekonomi nyata.
Secara substansial, buku ini menegaskan bahwa al-Qur’an memiliki kerangka nilai dan prinsip yang relevan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas, bukan ekonomi yang bertumpu pada individualisme. Penulis mengkritisi kecenderungan praktik ekonomi masyarakat yang semakin individual, diperparah oleh pola bantuan pemerintah yang bersifat perorangan, sehingga tanpa disadari telah melemahkan ikatan sosial dan solidaritas ekonomi di tingkat akar rumput.
“Akibatnya, relasi sosial dalam aktivitas ekonomi menjadi terfragmentasi. Masyarakat tidak lagi saling menyapa, saling menopang, dan saling berproduksi,” demikian salah satu gagasan kunci yang ditekankan dalam buku ini. Fenomena liberalisme dan individualisme ekonomi, sebagai dampak nyata dari orientasi materialisme, disebut penulis telah tampak cetto welo welo—jelas dan kasat mata—dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Ekonomi yang dimaksud dalam buku ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga keuntungan non-materi, seperti penguatan solidaritas, keberdayaan komunitas, dan keberlanjutan sosial. Dalam konteks ini, pesantren diposisikan sebagai basis strategis untuk membangun model ekonomi kolektif yang berakar pada nilai-nilai Qur’ani.
Dengan pendekatan reflektif sekaligus aplikatif, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, praktisi pendamping masyarakat, pengelola pesantren, serta pemerhati ekonomi Islam yang ingin melihat bagaimana al-Qur’an dapat “dibumikan” secara nyata dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah
Mencari tempat kos di Malang dan sekitarnya, terutama untuk anak perempuan, yang sesuai dengan kaidah ajaran Islam pada saat ini...








