Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Fauzan Zenrif
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Amar Ma’ruf Tidah Harus Teriak: Menjawab Kritik Mahfud MD tentang “Sepinya” Nahi Munkar

Amar Ma’ruf Tidah Harus Teriak: Menjawab Kritik Mahfud MD tentang “Sepinya” Nahi Munkar

Zenrif Oleh Zenrif
1 Mar 2026
dalam Pemikiran
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Pernyataan Prof Mahfud MD dalam berbagai forum keagamaan dan kebangsaan yang mencerminkan kelemahannya keberanian organisasi sosial dalam melakukan tanhā ‘anil fahshā’ wal munkar patut dibaca secara metodologis, bukan emosional. Jika yang dimaksud dengan “mencegah” adalah tindakan pelarangan yang keras dan konfrontatif, maka memang sebagian organisasi sosial hari ini tidak menempuh jalur tersebut.

Saya kira ada satu perspektif yang tertinggal di belakang Prof Mahfud, dimana dalam perspektif uṣūl al-fiqh dan manṭiq, amar terhadap kebaikan secara inheren telah mengandung nahi terhadap kebalikannya. Kaidah الأمر بالشيء نهيٌ عن ضده menegaskan bahwa perintah terhadap sesuatu berarti larangan terhadap lawannya. Prinsip ini berdiri di atas dasar rasional bahwa dua hal yang berlawanan tidak mungkin berhimpun dalam satu keadaan: الضدان لا يجتمعان ولا يرتفعان. Oleh karena itu, jika saya memasukkan satu nilai ke dalam nilai yang berlawanan, menetapkan satu nilai berarti menafikan nilai yang berlawanan.

Baca lainnya

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

19 Apr 2026
Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

18 Apr 2026

Dalam konteks sosial, إثبات المعروف نفيٌ للمنكر ضمناً. Ketika masyarakat diteguhkan dalam kejujuran, keadilan, dan integritas, maka ruang bagi kezaliman dan korupsi otomatis dipersempit. Oleh karena itu, perintah mendirikan shalat itu sudah تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ di dalamnya, sebagaimana Firman Allah swt  اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ . 

Lebih jauh lagi, efektivitasnya bergantung pada sebab dan tujuan, sebagaimana kaidah الحكم يدور مع علته وجوداً وعدماً . Jika tujuan nahi adalah hilangnya kemungkaran, maka setiap strategi yang secara rasional mampu menghilangkan kemungkaran termasuk dalam kategori nahi, meskipun tanpa retorika pelarangan. Bahkan dalam kerangka maslahat berlaku prinsip درء المفاسد مقدم على جلب المصالح , sehingga metode yang mencegah kerusakan sosial lebih diutamakan daripada pendekatan yang justru memantik konflik dan resistensi.

Didalamnya relevansi metode dakwah Wali Songo, khususnya pendekatan kultural yang ditempuh Sunan Kalijaga , Sunan Ampel , dan Sunan Kudus . Mereka tidak selalu memulai dengan pelarangan frontal, tetapi dengan transformasi nilai, rekonstruksi makna budaya, dan pembentukan kesadaran spiritual yang membuat kemungkaran kehilangan legitimasi sosialnya.

Model inilah yang kemudian diwarisi oleh Nahdlatul Ulama melalui prinsip tawassuṭ , tawāzun , tasāmuḥ , dan i’tidāl . Amar ma’ruf dilakukan melalui pendidikan, penguatan tradisi keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan literasi hukum; dan secara substantif itu adalah nahi munkar, karena kemungkaran dipersempit ruang hidup melalui terbentuknya kultur etis.

Dengan demikian, tanhā ‘anil fahshā’ wal munkar tidak harus selalu hadir dalam bentuk kecaman keras, tetapi dapat terwujud dalam kerja hening membangun kesadaran. Perbedaan hari ini bukan pada ada atau tidaknya nahi munkar, melainkan pada pilihan metode: konfrontatif atau transformatif. Dan sejarah dakwah Nusantara menunjukkan bahwa transformasi budaya sering kali lebih efektif dan berkelanjutan daripada sekadar pelarangan verbal.

Zenrif

Zenrif

M. Fauzan Zenrif adalah Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang bidang perekonomian (2021 - 2026), founder KPKNU (Komunitas Pengusaha Kecil NU).

Terkait

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Legitimasi Meritokrasi dalam Birokrasi Lokal: Menimbang Relasi Kekerabatan dalam Perspektif Hukum Administrasi dan Sejarah Politik Islam

Oleh Zenrif
19 Apr 2026
0

Fenomena pelantikan anak kandung oleh Kepala Daerah ke dalam jabatan strategis birokrasi, seringkali dipersepsikan secara simplistik sebagai bentuk nepotisme, tanpa...

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Rumaia sebagai Model Hunian Mahasiswa Modern: Integrasi Keamanan Digital, dan Kenyamanan sesuai Maqāṣid al-Sharīʿah

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Mencari tempat kos di Malang dan sekitarnya, terutama untuk anak perempuan, yang sesuai dengan kaidah ajaran Islam pada saat ini...

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Prioritas Program Pemerintah: Menimbang Koperasi Merah Putih, MBG, Pendidikan, Infrastruktur, Perumahan, dan Alutsista dengan Maqāṣid

Oleh Zenrif
18 Apr 2026
0

Dalam menimbang dan menlai skla prioritas program Pemerintah, kaidah ushul fiqh “الواجب لا يُترك لسُنّة، بل يُترك لواجبٍ” bisa memberikan...

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Epistemologi Konvergensi dalam Studi Islam: Menyatukan Teks, Akal, dan Metode Ilmiah

Oleh Zenrif
13 Apr 2026
0

Setelah saya diminta memimpin Prodi Studi Islam di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya terus melakukan kajian. Ada beberapa...

Postingan Berikut
Rokok Cap Korma dan Bulu Jagung: Humor Spiritual Mbah Zayyadiy dan Mbah KH. Syamsuddin tentang Nafsu dan Martabat Tuan Rumah

Rokok Cap Korma dan Bulu Jagung: Humor Spiritual Mbah Zayyadiy dan Mbah KH. Syamsuddin tentang Nafsu dan Martabat Tuan Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pemikiran
  • Gerakan Sosial
  • Karya Publikasi
  • Berita
  • Galeri

© 2025 Fauzan Zenrif - Dibuat oleh JSS