Diskusi daring penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan STAI al-Mujtama’ Pamekasan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh optimisme. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi institusional yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga ditopang oleh relasi personal dan emosional antarpimpinan serta civitas akademika kedua lembaga.
Diskusi dibuka oleh Prof. (Assoc.) Dr. Sutaman, M.Ag., yang menegaskan bahwa inisiasi kerja sama antara UIN Maliki Malang dan STAI al-Mujtama’ memiliki makna strategis sekaligus kultural. Menurut beliau, pembukaan kerja sama yang berangkat dari relasi personal justru akan memperkokoh hubungan emosional dan kepercayaan antar lembaga. Prof. Sutaman menyampaikan bahwa dirinya telah lama memiliki kedekatan dengan Pengasuh al-Mujtama’ serta Ketua Yayasan yang saat ini memimpin, sehingga kerja sama ini diharapkan tumbuh secara alami, berkelanjutan, dan saling menguatkan.
Ketua STAI al-Mujtama’ Pamekasan dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah harapan besar terhadap kerja sama ini. Fokus utama yang diinginkan meliputi pengembangan sumber daya manusia, penataan dan penguatan manajemen kelembagaan, kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan dan kerja sama dalam penulisan karya ilmiah. Seluruh agenda tersebut diharapkan dapat disinergikan dengan UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang telah mapan secara akademik dan kelembagaan.
Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag., yang bertindak sebagai narahubung kerja sama, menambahkan dimensi historis dan emosional dalam relasi kedua institusi. Beliau menyampaikan bahwa hubungan dengan al-Mujtama’ telah terjalin sejak lama, bahkan sejak lembaga tersebut masih bernama Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Pengalaman pendampingan di masa awal tersebut menjadi modal sosial dan akademik yang penting untuk memperlancar realisasi kerja sama pada tahap yang lebih institusional dan strategis.
Dalam diskusi yang interaktif, Ustadz Samheri, S.H., M.A., menyampaikan harapan agar kerja sama ini juga membuka peluang skema “by research” bagi studi doktoral (S3). Menanggapi hal tersebut, Prof. Sutaman menjelaskan bahwa skema by research memang sedang diupayakan, meskipun beliau menegaskan perbedaannya dengan “buy research”. Pernyataan ini disambut dengan gelak tawa para peserta diskusi, mencairkan suasana sekaligus menegaskan semangat dialog yang terbuka dan bersahabat.
Harapan lain disampaikan oleh Ustadz Ramli, M.Ag., yang menekankan pentingnya agar nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar terealisasi dalam bentuk program nyata yang membawa keberkahan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Sementara itu, Ustadz Abdusy Syukur, M.Ag., mengusulkan agar penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilaksanakan di kampus STAI al-Mujtama’ pada tanggal 10 Januari, bertepatan dengan agenda besar yang akan diselenggarakan oleh institusi tersebut.
Usulan tersebut langsung ditanggapi oleh Prof. Sutaman dengan arahan agar pihak al-Mujtama’ segera menyiapkan undangan resmi kepada Rektor UIN Maliki Malang untuk penandatanganan MoU, serta kepada Direktur Pascasarjana untuk penandatanganan PKS. Diskusi ini pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pembahasan secara konkret, sebagai ikhtiar membangun kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang produktif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai kebermanfaatan bersama.








