Malang (12/23)— Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Program S3 Studi Islam menyelenggarakan Ujian Proposal Mahasiswa Program Doktoral Beasiswa LPPD Jawa Timur, sebagai bagian dari tahapan akademik menuju penelitian disertasi. Ujian proposal ini menjadi ujian terakhir pada periode Desember, sekaligus penanda kesiapan mahasiswa memasuki fase penelitian doktoral dengan standar akademik yang ketat dan terukur.
Proposal yang diujikan berjudul “Analisis Filsafat Stoikisme terhadap Konsep Mujahadah al-Nafs al-Ghazali.” Tema ini mengkaji dialog filosofis antara tradisi filsafat Barat klasik, khususnya Stoikisme, dengan khazanah pemikiran tasawuf Islam melalui konsep Mujahadah al-Nafs dalam pemikiran Imam al-Ghazali. Kajian ini dinilai relevan dalam konteks pengembangan Studi Islam kontemporer yang menuntut keterbukaan metodologis dan kedalaman refleksi filosofis.
Ujian proposal tersebut menghadirkan Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, Guru Besar Bidang Sosiolinguistik, sebagai Penguji Utama. Dalam forum akademik ini, Prof. Mudjia Rahardjo memberikan catatan metodologis dan epistemologis yang penting, dengan merujuk pada kerangka Research Proposal Framework yang menegaskan bahwa penelitian doktoral harus dibangun secara runtut mulai dari penajaman topik, perumusan problem epistemik, landasan teori, paradigma penelitian, hingga ketepatan metode dan teknik analisis. Menurutnya, proposal doktoral tidak boleh berhenti pada deskripsi atau perbandingan konsep, melainkan harus diarahkan pada penciptaan makna dan kontribusi teoretik baru. Oleh sebab itu, kata Beliau lebih lanjut, kajian disertasi minimal memiliki 3 (tiga) variable. Prof. Mudjia juga menegaskan bahwa Paradigma yang sesuai dengan kebutuhan di Pascasarjana dan sesai dengan pola yang dkembangkan adalah Paradigma Postpositivism.
Turut hadir sebagai penguji dan penilai akademik Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, yang menegaskan pentingnya konsistensi antara problem penelitian, paradigma keilmuan, dan metode yang digunakan. Ia menekankan bahwa penelitian doktoral harus menunjukkan kemampuan sintesis keilmuan dan keberanian intelektual dalam melakukan kritik dan rekonstruksi konsep.
Sementara itu, dua Guru Besar yang bertindak sebagai pembimbing disertasi, yakni Prof. Dr. Khudlori, M.A., Guru Besar Filsafat Islam, selaku Promotor, dan Prof. Dr. M. Lutfi Mustofa, M.Ag., Guru Besar Bidang Teologi Islam, selaku Ko-Promotor, memberikan arahan substantif agar proposal ini diperdalam melalui pendekatan filosofis, hermeneutik, dan konseptual. Keduanya menekankan bahwa dialog antara Stoikisme dan pemikiran al-Ghazali harus diarahkan pada rekonstruksi gagasan etik-spiritual yang memiliki relevansi teoretik dan kontekstual.
Berbasis pada Research Proposal Framework yang dijadikan rujukan dalam ujian tersebut, para penguji menegaskan bahwa penelitian doktoral pada level KKNI Level 9 harus memenuhi sejumlah prasyarat utama, antara lain kejelasan paradigma penelitian, ketepatan metode analisis filosofis, serta kehadiran kontribusi keilmuan orisinal. Framework tersebut juga menempatkan analisis teks sebagai data ilmiah yang harus diolah melalui pendekatan kritis dan reflektif, bukan sekadar dirangkum atau dikutip.
Pelaksanaan ujian proposal ini sekaligus menjadi sarana koreksi dan penguatan mutu akademik, baik bagi peneliti maupun bagi Program Studi. Dengan menjadikan kerangka Research Proposal Framework sebagai acuan evaluasi, Program Studi Doktor Studi Islam menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa seluruh penelitian doktoral berada pada standar nasional dan internasional, serta benar-benar menghasilkan pengetahuan baru yang berkontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam.
Melalui proses ujian proposal yang ketat dan dialogis ini, Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kajian Islam yang kritis, filosofis, dan kontekstual, sekaligus memastikan bahwa mahasiswa penerima Beasiswa LPPD Jawa Timur dipersiapkan secara matang sebagai calon doktor yang memiliki integritas ilmiah, kedalaman berpikir, dan tanggung jawab akademik yang tinggi.
Dari “Miskin dan Bodoh” Menuju Berdaya: Spirit Halal bi Halal Bani Isma’il dan Kebangkitan Ekonomi Keluarga
Pertemuan Bani Isma’il dalam rangka halal bi halal keluarga besar yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Maret 2026 di Pondok Pesantren...








