Saya ingin kembali pada potongan hadits وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ “Dan sesungguhnya Allah benar-benar menolong agama ini (Islam) dengan orang yang fasik (pendosa, berdosa/berperangai buruk).” Dari hasil pelacakan melalui al-Maktabah al-Syamilah, dengan penacarian lengkap “وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ” hanya ditemukan dalam 6 tempat di 5 kitab. Begitu juga saat dilacak dengan menggunakan “وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ” dan “بِالرَّجُلِ الْفَاجِر” secara terpisah, dengan membuang “هَذَا الدِّينَ”, ditemukan dalam tempat dan kitab yang sama. Dalam kitab “المصنف”, kitab “ الإيمان لابن منده”, kitab “مسند الشهاب”, kitab “ شرح السنة”, masing-masing satu hadits, dan dalam kitab “ الجامع المسند الصحيح المختصر من أمور رسول الله صلى الله عليه وسلم وسننه وأيامه = صحيح البخاري” dalam dua hadits, hadits nomor 3062 pada بَابُ إِنَّ اللَّهَ يُؤَيِّدُ الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ (Bab: Sesungguhnya Allah Menolong Agama ini dengan Lelaki yang Fasik) dan hadits nomor 6606 pada بَابٌ: العَمَلُ بِالخَوَاتِيمِ (Bab: Amal Itu (Dilihat) Berdasarkan Penutupnya (Akhirnya).
Saya merasa tidak puas dengan temuan itu, karena dalam catatan kaki kitab “مسند الإمام أحمد بن حنبل” karya Imam Abū ʿAbdillāh Aḥmad ibn Muḥammad ibn Ḥanbal ibn Hilāl ibn Asad asy-Syaibānī menjelaskan sebagai berikut:
إسناده صحيح على شرط الشيخين. وهو في “مصنف عبد الرزاق” (9573) ، ومن طريقه أخرجه البخاري (3062) ، ومسلم (111) (178) ، وأَبو عوانة 1/46، وابن حبان (4519) ، وابن منده في “الإِيمان” (163) و (643) ، والقضاعي في “مسند الشهاب” (1097)[1]
“Sanadnya shahih menurut syarat (standar) dua syaikh (al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini terdapat dalam Musannaf ‘Abd al-Razzaq (no. 9573), dan melalui jalur tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3062), Muslim (no. 111 dan 178), Abu ‘Awanah (1/46), Ibnu Hibban (no. 4519), Ibnu Mandah dalam al-Iman (no. 163 dan 643), serta al-Quda‘i dalam Musnad al-Shihab (no. 1097).”
Dari pernyataan Imam Ibn Hanbal tersebut ada dua hal yang membuat saya ingin tahu lebih banyak posisi hadits itu dimana saja, untuk memastikan bahwa hadits ini shahih dan masyhur sehingga perlu diberikan syarah (penjelasan akademis) agar dapat dipahami dan kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup atau memposisikan diri sendiri dalam perjuangan agama Islam ini. Pertama, mengapa saya belum menemukan hadits itu dalam shahih muslim, sebagaimana dinyatakan dalam catatan kaki dalam kitab kitab Imam Ibn Hanbal tersebut? Kedua, mengapa catatan kaki dalam kitab Imam Ibn Hanbal tidak menyebutkan bahwa hadits ini juga disebutkan dalam hadits bukhari nomor 6606 sebagaimana saya temukan melalui al-Maktabah al-Syamilah, hanya nomor 3062?
Di sini saya akan melewatkan pertanyaan kedua itu agar dapat diteliti oleh para ahli hadits. Saya hanya akan fokus pada pertanyaan pertama. Berdasarkan rasa ingin tahu tersebut, saya mencari dengan menggunakan potongan “بِالرَّجُلِ الْفَاجِر” saja, kemudian saya menemukan informasi bahwa hadits tersebut di 48 tempat kitab matan. Saya bersyukur pada Allah swt, sekalipun saya tidak menghafal bahkan mungkin satu hadits secara lengkap saja namun berkat teknologi saya bisa menemukan lebih banyak dari yang terinformasikan dalam catatan kaki Kitab Imam Ibn Hanbal di atas, menyebutkan berada pada 9 (sembilan) tempat. Tentu, pernyataan ini tidak sama sekali ingin menunjukkan bahwa saya lebih alim, apalagi lebih shalih dari pentahqiq Kitab Imam Ibn Hanbal, sama sekali tidak demikian maksudnya. Yang ingin saya katakan bahwa teknologi sudah sangat membantu saya yang tidak alim ini untuk memperoleh informasi yang lebih banyak.
Bagaimanapun teknologi yang merupakan hasil budaya dan pengetahuan ilmuan modern ini telah dapat membantu dalam mengeksplorasi banyak pengetahuan. Lalu, bagaimana saya bisa menolak terhadap kebenaran hasil budaya manusia sebagai sebuah kebenaran, sekalipun mungkin hasil karya orang non muslim? Bukankah kenyataan dan kebenaran teknologi ini juga merupakan hasil dari pembacaan terhadap sunnatullah? Pada logika inilah, saya sepakat bahwa ilmu pengetahuan bisa dijadikan sebagai penjelas terhadap norma-norma agama, atau menjadi informasi bagi pertemuan ilmu pengetahuan dan ajaran agama. Dengan semangat ini, saya melakukan kajian sederhana ini untuk mencoba mencari penjelasan tentang makna hadits “وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ” melalui penjelasan Fisika Quantum, sebagaimana yang sedang saya sajikan di sini dan saya harapkan bisa menjadi salah satu pola integrasi hadits dan sains. Tentu pola integrasi hadits dan sains ini membutuhkan penjelasan lebih lanjut, tapi saya akan kembali pada pembahasan hadits yang menurut informasi dari al-Maktabah al-Syamilah terdapat dalam 48 (empat puluh delapan), termasuk yang ingin saya fokuskan dalam hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim, agar saya tidak perlu membahas keshahihan sanad dan matannya di sini.
Setelah saya observasi hasil pelacakan al-Maktabah al-Syamilah, saya menemukan bahwa dalam Kitab Imam al-Bukhari “الجامع المسند الصحيح المختصر من أمور رسول الله صلى الله عليه وسلم وسننه وأيامه = صحيح البخاري”, ditemukan empat kali penggunaan “بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ,” digunakan sebagai judul Bab “بَابُ إِنَّ اللَّهَ يُؤَيِّدُ الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ”, dalam hadis nomor 3062, 4203 (belum ditemukan dalam pencarian sebelumnya), dan 6606. Sementara dalam Kitab Imam Muslim “المسند الصحيح المختصر بنقل العدل عن العدل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم” hanya ditemukan dalam hadits nomor 178. Selengkapnya bunyi hadis tersebut sebagai berikut:
3062 – حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، ح وحَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ المُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يَدَّعِي الإِسْلاَمَ: «هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ»، فَلَمَّا حَضَرَ القِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الَّذِي قُلْتَ لَهُ إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَإِنَّهُ قَدْ قَاتَلَ اليَوْمَ قِتَالًا شَدِيدًا وَقَدْ مَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَى النَّارِ»، قَالَ: فَكَادَ بَعْضُ النَّاسِ أَنْ يَرْتَابَ، فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ، إِذْ قِيلَ: إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ، وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا، فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، فَقَالَ: «اللَّهُ أَكْبَرُ، أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ»، ثُمَّ أَمَرَ بِلاَلًا فَنَادَى بِالنَّاسِ: «إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ»[2]
4203 – حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ المُسَيِّبِ، أَنَّ [ص:133] أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: شَهِدْنَا خَيْبَرَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ مَعَهُ يَدَّعِي الإِسْلاَمَ: «هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ». فَلَمَّا حَضَرَ القِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ أَشَدَّ القِتَالِ، حَتَّى كَثُرَتْ بِهِ الجِرَاحَةُ، فَكَادَ بَعْضُ النَّاسِ يَرْتَابُ، فَوَجَدَ الرَّجُلُ أَلَمَ الجِرَاحَةِ، فَأَهْوَى بِيَدِهِ إِلَى كِنَانَتِهِ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهَا أَسْهُمًا فَنَحَرَ بِهَا نَفْسَهُ، فَاشْتَدَّ رِجَالٌ مِنَ المُسْلِمِينَ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، صَدَّقَ اللَّهُ حَدِيثَكَ، انْتَحَرَ فُلاَنٌ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَقَالَ: «قُمْ يَا فُلاَنُ، فَأَذِّنْ أَنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ، إِنَّ اللَّهَ يُؤَيِّدُ الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ» تَابَعَهُ مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَقَالَ شَبِيبٌ، عَنْ يُونُسَ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ المُسَيِّبِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ: «شَهِدْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا»، وَقَالَ ابْنُ المُبَارَكِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. تَابَعَهُ صَالِحٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَقَالَ: الزُّبَيْدِيُّ، أَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ كَعْبٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبٍ قَالَ: «أَخْبَرَنِي مَنْ شَهِدَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ»، قَالَ لزُّهْرِيُّ وَأَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَسَعِيدٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ[3]
6606 – حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ المُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ مَعَهُ يَدَّعِي الإِسْلاَمَ: «هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ» فَلَمَّا حَضَرَ القِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ مِنْ أَشَدِّ القِتَالِ، وَكَثُرَتْ بِهِ الجِرَاحُ فَأَثْبَتَتْهُ، فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ الَّذِي تَحَدَّثْتَ أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، قَدْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مِنْ أَشَدِّ القِتَالِ، فَكَثُرَتْ بِهِ الجِرَاحُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ» فَكَادَ بَعْضُ المُسْلِمِينَ يَرْتَابُ، فَبَيْنَمَا هُوَ عَلَى ذَلِكَ إِذْ وَجَدَ الرَّجُلُ أَلَمَ الجِرَاحِ، فَأَهْوَى بِيَدِهِ إِلَى كِنَانَتِهِ فَانْتَزَعَ مِنْهَا سَهْمًا فَانْتَحَرَ بِهَا، فَاشْتَدَّ رِجَالٌ مِنَ المُسْلِمِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَدَّقَ اللَّهُ حَدِيثَكَ، قَدِ انْتَحَرَ فُلاَنٌ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَا بِلاَلُ، قُمْ فَأَذِّنْ: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ “[4]
178 – (111) وَحَدَّثَنَا مُحمَّدُ بْنُ رافعٍ، وعبْدُ بْنُ حُميْدٍ، جميعًا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ، قَالَ ابْنُ رافعٍ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا، فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يُدْعَى بِالْإِسْلَامِ: «هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ»، فَلَمَّا حَضَرْنَا الْقِتَالَ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا، فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، الرَّجُلُ الَّذي قُلْتَ لَهُ آنِفًا: «إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ» فَإِنَّهُ قَاتَلَ الْيَوْمَ قِتَالًا شَدِيدًا، وَقَدْ مَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَى النَّارِ»، فَكَادَ بَعْضُ الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَرْتَابَ، فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ قِيلَ: إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ، وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا، فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الْجِرَاحِ، فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، فَقَالَ: «اللهُ أَكْبُرُ، أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ»، ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى فِي النَّاسِ: «أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَأَنَّ اللهَ يُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ»[5]
[1] Abū ʿAbdillāh Aḥmad ibn Muḥammad ibn Ḥanbal ibn Hilāl ibn Asad asy-Syaibānī, Musnad al-Imām Aḥmad ibn Ḥanbal, ditahqiq oleh Syuʿayb al-Arnaʾūṭ – ʿĀdil Murshid, wa ākharūn (Muʾassasat ar-Risālah, 2001), Juz XIII, 454.
[2] Muḥammad ibn Ismāʿīl Abū ʿAbdillāh al-Bukhārī al-Juʿfī, al-Jāmiʿ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūri Rasūlillāh ﷺ wa Sunanihī wa Ayyāmih = Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ditahqiq oleh Muḥammad Zuhayr ibn Nāṣir an-Nāṣir (Dār Ṭawq an-Najāh (muṣawwarah ʿan as-Sulṭāniyyah bi-iḍāfati tarqīm Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī), 1422 H.), Juz IV, 72.
[3] Muḥammad ibn Ismāʿīl Abū ʿAbdillāh al-Bukhārī al-Juʿfī, al-Jāmiʿ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūri Rasūlillāh ﷺ wa Sunanihī wa Ayyāmih = Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ditahqiq oleh Muḥammad Zuhayr ibn Nāṣir an-Nāṣir (Dār Ṭawq an-Najāh (muṣawwarah ʿan as-Sulṭāniyyah bi-iḍāfati tarqīm Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī), 1422 H.), Juz V, 132.
[4] Muḥammad ibn Ismāʿīl Abū ʿAbdillāh al-Bukhārī al-Juʿfī, al-Jāmiʿ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūri Rasūlillāh ﷺ wa Sunanihī wa Ayyāmih = Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ditahqiq oleh Muḥammad Zuhayr ibn Nāṣir an-Nāṣir (Dār Ṭawq an-Najāh (muṣawwarah ʿan as-Sulṭāniyyah bi-iḍāfati tarqīm Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī), 1422 H.), Juz VII, 124.
[5] Muslim ibn al-Ḥajjāj Abū al-Ḥasan al-Qushayrī an-Naysābūrī, al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar bi-Naqli al-ʿAdl ʿan al-ʿAdl ilā Rasūlillāh saw., ditahqiq oleh Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī (Bayrūt: Dār Iḥyāʾ at-Turāth al-ʿArabī), Juz I, 105.








