Coper — Tradisi ziarah makam ulama merupakan bagian tak terpisahkan dari spiritualitas Islam Nusantara. Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai doa bagi para pendahulu, tetapi juga sebagai upaya merawat ingatan kolektif umat terhadap perjuangan dakwah dan keteladanan para ulama. Dalam semangat tersebut, dilakukan ziarah ke makam Mbah Ishaq bin Hasan Basyari, seorang ulama sepuh yang dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di kawasan Coper.
Ziarah kali ini dilakukan bersama keluarga, yakni bersama istri Dwi Rifiani dan putra tercinta Abdul Adhim Nibras Fuadi. Kehadiran keluarga dalam ziarah tersebut menjadi bagian dari pendidikan spiritual lintas generasi, menanamkan nilai adab, tawadhu’, dan penghormatan kepada para ulama sebagai pewaris risalah Nabi.
Makam Mbah Ishaq bin Hasan Basyari berada di sekitar Masjid Coper, sebuah masjid bersejarah yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam lokal. Masjid Coper dikenal sebagai masjid tertua di wilayah tersebut, yang secara historis pernah dipindahkan dari lokasi asalnya. Pemindahan masjid ini menjadi penanda kuat daya hidup tradisi keislaman masyarakat Coper, yang menjaga keberlanjutan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah, meskipun ruang geografis mengalami perubahan. Hingga kini, masjid tersebut tetap difungsikan dan menjadi simbol kesinambungan iman dan tradisi.
Dalam rangkaian ziarah tersebut, juga dilakukan ziarah dan silaturahmi ke Mbah H. Masduki, yang merupakan cucu dari Mbah Ishaq bin Hasan Basyari. Pertemuan dengan dzurriyah ulama memiliki makna tersendiri, karena mempertautkan kembali sejarah dakwah dengan kehidupan nyata generasi penerusnya. Melalui silaturahmi ini, nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan keteguhan para ulama diwariskan tidak hanya melalui cerita, tetapi melalui keteladanan hidup.
Ziarah berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh refleksi. Doa-doa dipanjatkan untuk para ulama agar senantiasa dilimpahi rahmat dan maghfirah Allah SWT, serta agar umat Islam diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam konteks zaman yang terus berubah. Ziarah ini menjadi pengingat bahwa dakwah Islam di Nusantara tumbuh dari kesenyapan para ulama, dari masjid-masjid sederhana, dan dari keteladanan yang diwariskan lintas generasi.
Melalui ziarah ke makam Mbah Ishaq bin Hasan Basyari dan Masjid Coper yang bersejarah, tradisi Islam Nusantara kembali diteguhkan: bahwa agama, sejarah, dan budaya berpadu dalam satu tarikan napas, membentuk fondasi spiritual masyarakat yang kokoh dan berkelanjutan.
Dari “Miskin dan Bodoh” Menuju Berdaya: Spirit Halal bi Halal Bani Isma’il dan Kebangkitan Ekonomi Keluarga
Pertemuan Bani Isma’il dalam rangka halal bi halal keluarga besar yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Maret 2026 di Pondok Pesantren...








