Malang (19/12)— Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penguatan tata kelola institusi. Kegiatan ini dilaksanakan hari ini dan besok selama dua hari, bertempat di Hotel Shanaya Resort Malang, dan dimulai setiap harinya pukul 08.30 WIB.
Rapat Tinjauan Manajemen diikuti oleh 132 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan dan pengelola unit kerja. Hingga pembukaan kegiatan, tercatat 117 peserta telah hadir, atau sekitar hampir 90 persen dari total undangan. Tingkat kehadiran yang tinggi tersebut menunjukkan komitmen kuat sivitas akademika terhadap agenda peningkatan kinerja institusi.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Ita, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam laporannya disampaikan bahwa RTM ini bertujuan untuk menelaah capaian kinerja tahun 2025, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil yang telah dicapai, serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut yang terukur. Melalui forum ini diharapkan tercipta orientasi kerja berbasis data sebagai landasan pengambilan keputusan manajerial.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang menegaskan bahwa RTM merupakan ruang strategis untuk menyatukan arah gerak institusi. Ia mengingatkan agar seluruh unit kerja tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak membangun capaian secara parsial. “Jangan berjalan sendiri-sendiri dan jangan membesarkan unit masing-masing. Kepemimpinan adalah memberi ruang agar seluruh sumber daya manusia dapat berkembang,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya kehadiran top manajemen dalam setiap agenda strategis institusi. Menurutnya, pembagian peran kepemimpinan harus dilakukan secara proporsional agar organisasi tetap sehat dan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar tanggung jawab strategis tidak terpusat pada segelintir orang, melainkan dibagi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan secara menyeluruh.
Dalam konteks kebijakan kesejahteraan, Rektor menyampaikan bahwa skema remunerasi telah dibahas sebelumnya dan telah menghasilkan kebijakan yang berbasis kinerja dan berkeadilan. Setiap pekerjaan yang berdampak pada peningkatan kinerja institusi akan memperoleh apresiasi yang layak. Bahkan, setiap kenaikan sekecil apa pun harus memiliki dampak positif terhadap capaian kinerja. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut harus dijalankan dengan integritas dan kejujuran, serta tanggung jawab moral yang tinggi.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa tahun 2026 UIN Maliki Malang harus mulai bergerak secara sistematis menuju internasionalisasi. Wakil Rektor bidang akademik diminta untuk terlibat aktif dalam proses admisi mahasiswa, mengingat kontribusi mahasiswa terbesar berasal dari kalangan pesantren. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan afirmatif agar lulusan SLTA berbasis pesantren dapat semakin banyak mengakses pendidikan tinggi di UIN Maliki Malang.
Rektor juga mengingatkan agar seluruh pimpinan tidak terjebak pada diskursus anggaran semata, melainkan menumbuhkan komitmen berbasis data dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Data capaian IKU tahun 2025 harus dijadikan pijakan utama dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis ke depan.
Rapat Tinjauan Manajemen ini akan berlangsung hingga besok dengan agenda pendalaman materi, evaluasi lintas unit, serta penyusunan rekomendasi strategis sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penguatan kinerja UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di masa mendatang.








